TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian pendidikan menyatakan telah selesai membuat buku pelajaran yang akan dipakai guru dan siswa berdasarkan pada kurikulum pendidikan 2013. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengundang pakar pendidikan memberikan pandangannya secara independen.
Mendikbud: Kurikulum 2013 Jangan Dipolitisasi
- 9:28 AM
- By jinggalifeschool
- 0 Comments
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Medikbud Mohammad Nuh meminta agar persoalan implementasi Kurikulum 2013 tidak dibawa ke ranah politik. "Kurikulum itu murni urusan akademik. Kajiannya kajian akademik. Jadi jangan dibawa ke ranah politik. Karena ditarik pada politik, hebohnya lebih ramai dibandingkan esensinya," ujar Nuh di Jakarta Kamis (28/3).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dinas pendidikan di seluruh Indonesia diingatkan agar segera membentuk satuan tugas (satgas) antisipasi siswa putus sekolah. “Ayo kita jadikan tahun ini tahun gerakan antiputus sekolah," ajak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh pada Sosialisasi Kurikulum 2013 di hadapan guru-guru se-DKI Jakarta.
Guru Harus Kreatif, Bisa Ajar Etika Lewat Games
- 9:17 AM
- By jinggalifeschool
- 0 Comments
JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya kasus kekerasan dan aksi tawuran antarpelajar yang sering terjadi belakangan ini mencerminkan sistem pendidikan di Indonesia masih kacau. Pengamat perlindungan anak, Seto Mulyadi, memandang perlu adanya perubahan kurikulum pendidikan yang lebih mengedepankan soal pendidikan karakter terutama bagi anak dan remaja.
JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait dengan substansi dalam Kurikulum 2013 yang diklaim kental dengan pendidikan karakter, Psikolog Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Ifa Misbach, berpendapat bahwa sebagus apa pun kurikulum diintegrasikan dengan pendidikan karakter tidak akan berjalan optimal apabila tidak ada contoh langsung. Pasalnya, anak hanya akan dicekoki konsep dan teori tanpa memiliki teladan untuk menerapkannya.
Pendidikan Karakter Harus Dimulai Sejak Dini
- 9:12 AM
- By jinggalifeschool
- 0 Comments
BOGOR, KOMPAS.com - Pendidikan untuk membangun karakter seharusnya dilakukan sejak dini, dan tidak hanya dilakukan di institusi perguruan tinggi, demikian dikatakan pakar pendidikan karakter IPB Dr Ratna Megawangi.
"Pembangunan pendidikan karakter ini penting dilakukan mengingat berdasarkan fakta, salah satu survei menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia gemar melakukan suap," katanya melalui Kantor Humas IPB di Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/11/2012).
Saat menjadi narasumber pada pelatihan bertema "Pengembangan Karakter bagi Pembina Kemahasiswaan IPB, Menjadi Tenaga Pendidik yang Berkarakter untuk IPB yang Berkualitas", dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB itu merujuk pada sebuah survei.
Survei yang dilakukan "Political and Economic Risk Consultacy" (PERC) itu menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang melakukan pelanggaran tertinggi di Asia.
Menurut Ratna Megawangi, untuk membangun karakter mahasiswa disarankan perlu memperbanyak aktivitas bernuansa kepedulian sosial di kampus.
Caranya, kata dia, dengan terjun langsung menghadapi berbagai masalah sosial, kebijakan publik, korupsi dan kemiskinan. "Semangat pembinaan ini juga perlu dimasukkan dalam kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa," katanya.
Acara pelatihan pendidikan karakter bagi pembina kemahasiswaan IPB itu diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan IPB.
Direktur Kemahasiswaan IPB Dr Rimbawan mengharapkan pelatihan tersebut akan sinergi dengan pentingnya program pendidikan karakter dalam membina mahasiswa.
"Apakagi saat ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang gencar melakukan pendidikan karakter untuk generasi muda," katanya.
sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/14/16024946/Pendidikan.Karakter.Harus.Dimulai.Sejak.Dini
